Apakah Tuhan pernah menyalahkan kita?

[Hai Romo]. Apakah Tuhan pernah menyalahkan kita ya ? Jika YA tolong terangkan kenapa, dan jika tidak , bagaimana ? Have God ever blaim us (if yes why? if not how?)
Josephine

Rubrik: HAI ROMO!
Rubrik ini disediakan bagi anda yang ingin bertanya seputar iman katolik serta persoalan-persoalan kehidupan menggereja pada umumnya. Kirimkan pertanyaan anda ke alamat redaksi. Tuliskan di amplop bagian kiri atas:HAI ROMO. Jangan lupa tuliskan juga nama, status/pekerjaan dan alamat anda. Pertanyaan juga bisa dikirim via e-mail ke:laurentia_ng@dueltec.com. Pastor paroki akan menjawab pertanyaan anda
Pastor Darno

Pastor Darno

Josephine, kau bertanya,”Apakah Tuhan pernah menyalahkan kita?” (Have God ever blaim us?). Tuhan tak pernah menyalahkan kita, tetapi Ia selalu terbuka terhadap manusia yang bersalah sekalipun. Mari kita renungkan kisah anak yang hilang yang dikisahkan oleh Injil Lukas 15. Dalam kisah tersebut dilukiskan begitu indahnya. Kalau kita renungkan dengan tenang kita akan menemukan dan merasakan bahwa Allah adalah kasih.

Betapa tidak? Anak bungsu yang pergi meninggalkan rumahnya dan hidup di negeri orang dengan hancur-hancuran, tetapi ketika pulang sang ayah berlari menyambutnya, merangkulnya dan memestakannya. Sungguh luar biasa. Aneh tapi nyata. Hal ini membuktikan bahwa Tuhan tidak pernah menyalahkan manusia, tetapi selalu memberi kesempatan setiap orang kembali menikmati kasih yang berlimpah ruah dari Allah Bapa. Anak bungsu dalam Injil Lukas, merasakan dan mengakui dirinya bersalah lalu bertobat. Ia kembali kepada bapanya, karena kasih bapa tak bisa ditukar dengan apapun dan oleh siapapun. Maka tanpa malu-malu, ia kembali kepada bapanya, dan diterima dengan cinta yang luar biasa. Hal ini membuktikan bahwa Allah tak pernah menyalahkan manusia. Karena Allah adalah kasih.

Dalam Kitab Kejadian kita menemukan kisah bagaimana Adam dan Hawa setelah melakukan dosa, lalu mereka merasa malu, takut dengan Tuhan. Dan pada waktu itu Tuhan berkata, karena kesalahan mereka maka mereka harus bekerja keras, mengolah tanah untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Hal ini bukan berarti Tuhan menyalahkan Adam dan Hawa, tetapi Tuhan mengingatkan manusia, bahwa hidup bersatu dan bersama dengan Tuhan itu akan membahagiakan.

Tuhan tidak rela manusia hidup dalam lembah dosa dan berkubang dalam kesalahan. Maka Tuhan mengutus PuteraNya ke dunia. Hal ini mengungkapkan bahwa Tuhan tak pernah menyalahkan manusia, Ia selalu menuntun manusia menuju kepada damai dan suka cita. Semoga jawaban ini membantu Josephine dalam menghayati
dan mengalami kasih Allah yang tak terhingga.