Pesta Salib Suci

Mungkin diantara kita masih banyak yang tidak memahami adanya peringatan-peringatan atau pesta Iman seperti yang tercantum dalam penanggalan Tahun Liturgi. Salah satu diantaranya adalah Pesta Salib Suci yang menjadi pesta Ordo Salib Suci sebagai pesta namanya.

Pesta Salib Suci itu sendiri konon berkaitan dengan penemuan Salib Yesus kembali.

Oh, rupanya Salib Yesus pernah hilang ?.

Sejarah singkat penemuan Salib yang tercantum dalam buku “ORANG KUDUS SEPANJANG TAHUN” hal. 453 berisi demikian :

“Konon ketika Raja Persia menaklukkan Tanah Suci dan menduduki Yerusalem, ia merampas Salib Yesus dan membawanya ke Persia. Tetapi tidak lama kemudian ketika Kaisar Romawi Heraklius mengalahkan Persia, Salib Tuhan dikembalikan atas tuntutannya. Heraklius sendiri memanggul Salib Tuhan itu hingga ke puncak Golgota. Pada abad ke empat, Salib itu ditemukan oleh Santa Helena, Ibu Kaisar Konstantinus Agung. Sebuah Gereja dibangun disana sebagai penghormatan terhadap Salib Tuhan itu. Pesta Salib Suci pada tanggal 14 September itu dikaitkan dengan penemuan Salib itu. Kemuliaan Salib itu berdasarkan pada penemuan tersebut oleh Santa Helena. Lebih dari itu, pesta ini lebih dari merupakan ungkapan iman Gereja terhadap Salib Yesus sebagai jalan keselamatan.”

Tentu saja Pesta Salib Suci ini bukan sekedar tanda syukur dan kegembiraan atas ditemukannya kembali Salib Yesus itu, lebih dari itu kita diajak terus menerus merenungkan makna Salib itu bagi kita sebagai tanda keselamatan. Salib yang semula tanda hukuman dan tanda kehancuran seorang yang dianggap jahat, oleh

Yesus yang tersalib berubah menjadi tanda kemenangan dan keselamatan. Seperti kata Paulus : “ Kami mewartakan Kristus yang tersalib, suatu sandungan bagi orang Yahudi dan kebodohan bagi orang Yunani. Namun bagi mereka yang terpanggil, baik Yahudi maupun Yunani, Kristus itu kekuatan dan kebijaksanaan Allah.” (1 Kor.1:23-24)

Paulus melihat dan merenungkan Salib bukan sebagai tanda kekalahan dan kelemahan, tetapi kekuatan dan kebijaksanaan Allah. Karena itu Kristus bangkit dan menang dengan jaya. Salib menjadi berkat bagi umat manusia karena dengan salib Yesus, kepada kita ditunjukkan jalan keselamatan. Maka salah satu bentuk ungkapan iman dalam devosi Salib yang diungkapkan oleh Ordo Salib Suci dalam Liturgi Pesta Salib Suci itu adalah mensyukuri berkat keselamatan yang telah diwartakan dan disampaikan kepada manusia melalui saudara-saudara Ordo Salib Suci di empat penjuru dunia dan memohonkan berkat keselamatan untuk umat di empat penjuru Paroki khususnya dan dunia pada umumnya.

Dalam Salib memang berbaur banyak makna : di Salib ada derita, ada ketaatan dan cinta; di Salib itu ada belas kasih dan pengampunan kerahiman Allah; di Salib ada pengorbanan yang total dan tanpa pamrih. Di Salib ada kasih Allah yang tidak terbatas melalui Yesus yang tersalib. Maka semoga Salib itu tidak hanya tanda mati dan simbol ritual belaka, tetapi menjadi keyakinan iman kita akan keselamatan Allah yang ditunjukkan olehNya kepada kita yang membuat kita ingi terus dekat dan mengikutinNya sambil memanggul “Salib kita” masing-masing.

Pst T. Warhadi, OSC