Hari Ini Telah Lahir Bagimu…

Pst. M.A. Joewono, OSC

Pst. M.A. Joewono, OSC

Penggalan kata-kata di atas dicomot dari Firman Tuhan, yang disampaikan oleh Malaikat Tuhan kepada para gembala di padang rumput pada hari Natal Tuhan yang tertulis dalam Injil Lukas  : “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan, di kota Daud.” (Lk 2:11). Firman Tuhan tsb adalah yang menentukan setiap orang yang terpanggil menjadi Katolik. Sebab tanpa pengakuan iman yang telak, mantap, tandas hingga tembus jantung hatinya, tidak akan pernah seseorang terpikat, beriman dan menyerahkan diri untuk menjadi pengikut Yesus Kristus dengan setia dalam teks dan konteks iman katolik, kendati seseorang dibaptis sejak bayi.

Sebab tanpa pengakuan iman yang prinsipiil dan penuh keyakinan pribadi yang setia kepada Kristus, baptisannya akan luntur, rontok dan gugur. Karena pengakuan iman bahwa Kristus adalah Sang Juruselamatnya yang tunggal adalah yang merekatkan dan melekatkan predikat Katoliknya hingga detik ini dan hingga akhir hidupnya. Maka kalau setiap hari yang hadir dengan sebutan HARI INI tidak ditandai dan dihidupi oleh Kristus, predikat Katoliknya bakal layu dan sekarat. Atau pada hakekatnya hidup tanpa Kristus adalah sudah mati dan binasa kekal.

Maka kalau setiap hari yang berpredikat HARI INI, Sang Juruselamatnya, yaitu Kristus, tidak mewarnai, tidak menandai, tidak memancar, tidak mencerahkan hidup orang yang mengimani-Nya, berarti YANG LAHIR dalam hidupnya adalah para Juruselamat palsu dan gadungan, yang hanya menurut gambaran dan kehendaknya sendiri. Suatu Juruselamat yang tidak berpredikat Kristus. Tetapi  YANG LAHIR adalah Juruselamat yang predikat AKU. Yaitu berbagai kemauanku, keinginanku, kehendakku, pikiranku. Dan jika penghayatan hidupnya hanya berpredikat AKU berarti hidupnya tanpa kontrol dan tanpa kritik dari Kristus, Sang Juruselamat sejati. Dalam keadaan seperti itu, sejak itu orang mengalami pemiskinan orientasi Katoliknya, sebab hanya AKUNYA saja yang berbicara. Predikat katoliknya tidak bertuah, tidak ampuh, tidak sakti lagi.

Penghayatan hidup Katolik tidak bisa lepas dari APA KATA HARI INI, sebab bagi orang katolik KATA HARI INI, tidak hanya datang dari program harian, dari rencana harian, tetapi sekaligus harus dan mutlak datang dari Kristus, Sang Juruselamatnya yang telah LAHIR BAGINYA. Sebab kalau orang tidak setia  menyertakan Kristus dalam memasuki HARI INI, ia sama dengan melepaskan roh, jiwa, semangat, ketangguhan, ketabahan, kebangkitan Kristus yang mendasari HARI INI. Sebab hidupnya sama dengan melepaskan identitas katolisitasnya.

Maka adalah suatu kehendak Allah kalau setiap hari, yang merupakan KATA HARI INI hanya ditandai dengan kepastian dengan LAHIRNYA Sang Juruselamat, Kristus, Tuhan  dalam hidupnya. Artinya dengan mutlak tidak boleh, pada HARI INI diselingi, diganti, disandingkan dengan juruselamat lain. Sebab setiap memasuki HARI INI hanya pantas diwarnai, berkadar, berbobot, bermutu dan berisi Kristus saja. Tidak boleh ada NAMA LAIN selain Yesus Kristus yang telah dinyatakan Allah yang diwartakan oleh Malaikat Tuhan.

Sehingga karenanya, kalau diterjemahkan bahwa SETIAP HARI bagi orang Katolik berlaku peringatan, kritik, bahwa HARI INI hanya Kristus yang harus menjadi Juruselamat, yang bukan Kristus harus diusir, dibasmi, dibuang, dilempar keluar dari zona hidupnya. Yang bukan Kristus tidak tempat dan celah untuk mengganti Kristus.

Maka dengan warta Malaikat Tuhan ketika peristiwa Natal Yesus, orang diharapkan selalu ingat akan KATA HARI INI, bahwa tidak akan dibiarkan HARI INI  lepas, hilang, lenyap, mati, tenggelam dari Kristus. Tetapi Kristus harus hidup dan merajai hidupnya dari fajar hingga fajar, hingga akhir hidupnya. Sebab dengan warta Malaikat Tuhan, bahwa HARI INI telah  lahir bagimu Juruselamat, Kristus, Tuhan. Warta tsb menyatakan bahwa Kristus tidak mau dimadu, tidak mau dipoligami, tidak berlaku sunkretisme, Ia hanya menghendaki secara mutlak yang merajai, memimpin total hidupnya, yang bukan Kristus harus digunting dari hidupnya.

‘Hari ini telah lahir bagimu, Juruselamat, Kristus, Tuhan’ adalah suatu pernyataan Tuhan Allah yang tegas dan mutlak, tidak mengenal kompromi, Juruselamat yang tunggal. Maka orang katolik yang mengawinkan Kristus dengan segala kepercayaan lain adalah tabu, pamali, tercela, salah total, dosa berat dan murtad.  (Pst. M. A. Joewono, OSC)