Pastor Serafin Dany Sanusi, OSC

Pastor Dany Sanusi, OSC

Pastor Dany Sanusi, OSC

Sudah sejak bulan November tahun lalu yang belum lama beranjak, kita pasti pernah mengikuti misa yang dipimpin oleh seorang pastor yang belum kita kenal secara dekat. Ia adalah seorang biarawan dari Ordo Salib Suci yang bernama Pastor Serafin Dany Sanusi, OSC.

Pastor yang semula tampak seram ini adalah seorang mantan sekretaris Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran-Perantau  KWI yang bertugas di Jakarta sejak 2005 – 2011. Sejak meninggalkan posisi terakhirnya di Jakarta, ia ditugaskan untuk membantu di paroki kita. Namun wajah seramnya sirna seketika, saat ia tersenyum lebar, bahkan suaranya pun lembut menyiratkan hatinya yang ikut tersenyum saat menuturkan perjalanan hidupnya.

Pastor Dany hanya numpang lahir di Kupang pada tanggal 21 Januari, empat puluh delapan tahun yag silam dari pasangan (alm) Aloysius Anwar Sanusi, seorang TNI AD dan (alm) Christina Petronela Nunumete, seorang Ibu Rumah Tangga. Ia adalah putera ketiga dari enam bersaudara. Masa pendidikan SD ia habiskan di SD Santa Maria Cimahi, tempat almarhum ayahnya bertugas saat itu di Pusdikbekang, Cimahi. Kemudian masa SMP hingga SMA ia teruskan ke SMP dan STM Sint Yoseph di Jakarta.

Selanjutnya biduk kehidupan membawanya ke Novisiat Ordo Salib Suci pada tahun 1986, seiiring dengan studinya di Fak Filsafat Unika Parahyangan Bandung. Tahun 1988 adalah tahun dimana ia mengucapkan kaul pertamanya. Semester Orientasi Pastoralnya ia jalani di Paroki Kristus Raja, Cigugur yang diakhiri dengan ucapan kaul kekal pada tahun 1991. Kemudian pada tahun 1994, ia melakukan Tahun Orientasi Pastoralnya  di Gereja Mahasiswa Bandung. Tahbisan Diakon ia terima pada tanggal 15 Agustus 1994 dan selanjutnya Tahbisan Imam pada tanggal 1 Februari 1995.

Pastor yang senang bermain musik ini kemudian menjadi dosen mata kuliah Agama Katolik dan Etika di berbagai universitas di Bandung dari tahun 1994 – 1999 sejurus dengan kesibukannya sebagai pastor mahasiswa di Keuskupan Bandung.

Dunia akademik yang banyak ia geluti ternyata tidak banyak berubah juga, saat ia ditugaskan sebagai misionaris ke Brasil pada tahun 1999 hingga 2001. Kembali ia duduk sebagai Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Dom Cabral di Campo Belo, Minas Gerais, Brasil sembari membantu di paroki setempat.

Sekembalinya dari Brasil pada tahun 2001, ia menjadi Koordinator Tim Retret Rumah Retret Pratista. Selanjutnya untuk dua tahun ke depan sejak 2002 hingga 2004, ia adalah Pastor Pembantu Paroki Kristus Raja, Cigugur- Kuningan. Kemudian pada tahun 2004- 2005 ia menjadi Pastor Kepala Paroki Kristus Raja, Karawang.

Saat bersamaan dengan tugasnya di KWI Jakarta, ia terpilih menjadi Ketua Regio Jakarta untuk OSC (2005-2008). Selain itu ia aktif duduk di berbagai badan pengurus yayasan, seperti Caritas dan Obor.

Pastor yang menyampaikan homilinya dengan jelas dan runtut ini,  sedang membidani lahirnya Institut Pastoral Sosio- Kultural( IPASKU)Ordo Salib Suci. Bersamaan dengan pastor Tinus Sirken, OSC dan Pastor Aaron OSC, IPASKU  bertujuan untuk mengembangkan dan membangun karakter individu yang berdasarkan science dan spiritualitas katolik yang akan dikemas dalam berbagai penerbitan buku, retreat, training serta berbagai pelatihan bagi kelompok pendidik, calon imam dll. Lembaga research ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan umat akhir-akhir ini.

Saya kagum dengan kemandirian umat paroki Pandu yang telah berjalan seiring seirama antara umat dan pastor.”, ujar pastor Dany ketika ditanyakan kesannya saat melihat kenyataan yang ada di paroki kita. “ Selain itu komunitas basis yang kuat serta suasana komunitas persaudaraan sejati juga dirasakan di paroki ini”, imbuhnya kemudian di akhir pembicaraan.

Selamat Datang Pastor dan Selamat Ulang Tahun! ( 21 Januari 2012)

(Rosiany T Chandra)