Hari Pangan Sedunia

Camilan hasil olahan WKRI cab Pandu ranting Sukawarna

Camilan hasil olahan WKRI cab Pandu ranting Sukawarna

Hari Pangan Sedunia atau disingkat HPS bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan masalah pangan dan kesetiakawanan menghadapi masalah pangan pada tingkat nasional dan internasional.

Prosesnya diawali saat sidang FAO di Roma Italia tahun 1976. Komitmen yang dibuat saat itu menjadikan salah satu perayaan khusus dalam rangka ketahanan pangan. Dengan berjalannya waktu, proses terus bergulir. Gerakan HPS pun dimulai pada tahun 1981.

HPS ditetapkan oleh FAO untuk diperingati setiap tanggal 16 Oktober setiap tahunnya sejak 1981. Perayaan HPS tahun 2011 ini dilaksanakan di Stasi Cisantana, Paroki Kristus Raja Cigugur yang berlangsung pada tanggal 29-30 Oktober 2011, dimulai dengan sebrasi dan panen produk pangan lokal pada penutupan bulan Maria, karena banyak umat yang hadir.

Begitu juga dengan wanita Katolik RI di keuskupan Bandung, mulai dari DPD Jabar beserta ranting-rantingnya. Salah satunya adalah Wanita Katolik RI cabang Pandu dan Ranting Sukawarna, turut berpartisipasi dalam perayaan tersebut. Dimana masing-masing cabang dan ranting membawa olahan makanan yang terbuat dari bahan non-beras.

Pastel dan Resoles hasil olahan WKRI Pandu

Pastel dan Resoles hasil olahan WKRI Pandu

Pst Abukasman sedang mencicipi olahan panganan non-beras

Pst Abukasman sedang mencicipi olahan panganan non-beras

Kami dari cabang Pandu dan Ranting Stasi Sukawarna bersama dengan cabang-cabang lain seperti dari Laurentius, Martinus, juga ibu DPD berkumpul di Paroki St.Petrus Katedral dan berangkat pk 06.00 pagi menuju Cisantana. Sekitar pk 10.30 rombongan tiba di Cisantana, disana rekan-rekan Wanita Katolik RI cabang kota-kota lain seperti Cirebon, Ciledug, Subang, Karawang, dsb sudah tiba lebih dulu dengan olahan makanan khas yang semuanya terbuat dari bahan non-beras. Ibu-ibu wanita Katolik dari Kuningan dan Cisantana sendiri, sangat kreatif hasil olahannya. Kebersamaan dan persaudaraan sangat terasa akrab dan menyenangkan. Wawasan kami bertambah bahwa ternyata pangan kita sangat beragam dan menyehatkan.

Pastor Abukasman, OSC dan panitia bertindak sebagai juri yang memberikan penilaian akan hasil olahan makanan “non-beras” tersebut.

Ibu ibu WKRI bergembira menyambut Hari Pangan Sedunia

Ibu ibu WKRI bergembira menyambut Hari Pangan Sedunia

Suasana semakin meriah dengan adanya iringan musik gamelan. Kami dan rombongan kembali tiba di Bandung sekitar pk 23.00 dan biarpun terasa agak lelah dalam perjalanan tetapi terhibur dengan rasa kebersamaan dan pengalaman yang tak terlupakan. (WKRI cabang Pandu)