Seminar Pemulihan Gambar Diri (Self Image Healing Seminar)

Gambar diri (self image) adalah gambaran yang kita miliki tentang diri kita, yakni siapakah diri kita menurut kita sendiri. Gambaran tsb meliputi penilaian kita tentang:

  • Watak, sikap dan kepribadian
  • Kemampuan, kecakapan, ketrampilan
  • Kelebihan dan kekurangan kita , mencakup fisik/jasmani, intelektualitas, latar belakang sosial ekonomi, pendidikan, dll.

Gambar diri adalah bersifat subjektif.  Maksudnya adalah bahwa di dalam diri kita ada satu gambaran ideal (self ideal), yaitu cita-cita kita mengenai diri kita. Kita kemudian akan membandingkan antara gambar diri kita dengan gambaran ideal yang kita miliki. Perbandingan ini kemudian membentuk perasaan mengenai diri kita (self evaluation).

Jika perbandingan tsb membuat kita merasa puas, maka kita akan merasakan bahwa tidak ada yang salah atau tidak ada masalah dengan diri kita. Sebaliknya jika ternyata kita tidak menyukai gambaran tentang diri kita dan hal itu berlangsung terus menerus, maka kita akan mengalami penyakit gambar diri negatif.

Gambar diri tidak otomatis terbentuk dengan sendirinya saat seseorang dilahirkan. Tetapi terbentuk melalui perjalanan pengalaman, mulai di masa kecil, kemudian terus berlanjut di masa remaja, termasuk hal-hal yang dialami saat bergaul dengan orang lain. Dari perlakuan, sikap, ucapan, dan penilaian orang lain terhadap kitalah, maka kita akan menangkap sesuatu kesan atau  nilai yang kemudian kita terapkan menjadi gambar diri kita, yang diyakini secara kuat oleh kita bahwa itu betul demikian adanya.

Pengalaman yang membentuk gambar diri, antara lain:

  1. Hubungan dengan orangtua (juga dengan sesama saudara di dalam keluarga)
  2. Pergaulan di luar rumah (sekolah, tempat kerja, dll)
  3. Pandangan masyarakat yang menyangkut standar kehidupan
  4. Pengalaman-pengalaman kehidupan (pelecehan seksual, kejatuhan usaha , kegagalan studi)

Akibat gambar diri yang buruk/negatif adalah antara lain:

  • Minder, rendah diri
  • Merasa tidak aman (insecure)
  • Mengejar prestasi secara berlebihan (ingin menjadi superior)
  • Berusaha menyenangkan setiap orang (karena takut ditolak)
  • Kesepian, mengasingkan diri dari pergaulan atau aktivitas
  • Sukar mengambil keputusan (plin-plan, atau mudah ikut arus)

Penting bahwa seseorang memiliki gambar diri yang sehat, yang positif, agar bisa berbuat sesuatu secara konstruktif dalam hidupnya. Seseorang butuh diterima, diakui, dihargai, dan dicintai. Kalau kebutuhan itu tidak terpenuhi,  maka akan terbentuklah gambar diri yang negatif, sehingga tidaklah heran jika ada sebagian orang yang berperilaku negatif atau bahkan destruktif,  sebagai akibat dari aktualisasi diri yang salah.

Bagaimana mengalami pemulihan?

  • Menerima kebenaran-kebenaran Firman Allah tentang siapa kita sesungguhnya di mata Tuhan, dan apa rencana Tuhan bagi setiap umat yang dikasihiNya.
  • Mengetahui siasat iblis yang sering menjadi penyebab rusaknya gambar diri seseorang,  baik yang menyusup melalui filsafat dunia, godaan duniawi, mau pun melalui kepercayaan-kepercayaan yang bersifat menyesatkan
  • Meneguhkan iman kembali melalui kehadiran Roh Kudus agar berjalan dalam kebenaran Firman Allah sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang bisa menyesatkan atau menimbulkan kerancuan gambar diri.
  • Percaya bahwa Tuhan mengasihi kita apa adanya, dan mampu memakai kekurangan-kekurangan yang mungkin selama ini kita anggap sebagai penghambat, untuk menjadi berkat dalam kehidupan.

Untuk siapa seminar ini diadakan?

Bagi mereka yang mengalami hambatan pertumbuhan kepribadian yang positif, karena menilai keadaan dirinya sendiri secara negatif, termasuk merasa:

  • Kurang PD, minder, mengasingkan diri dari pergaulan
  • Selalu berdalih, mengasihani diri sendiri karena kegagalan demi kegagalan yang dialaminya
  • Tidak punya kelebihan dibanding orang lain (kurang kaya, kurang cantik, kurang pandai)
  • Mengalami trauma luka bathin (kurang dikasihi, perlakuan kasar dari orangtua)
  • Bernasib kurang beruntung (menghakimi nasib diri sebagai sial)
  • Tidak punya sesuatu yang dapat diandalkan untuk masa depan (kurang pandai, cacat tubuh)

Kapan?
Seminar akan diadakan oleh PDPKK Pandu, dengan pembicara Bpk. Ir. Vincentius Aris,  pada hari Rabu, 21 Maret 2012 pk. 18:00, bertempat di Aula Paroki. Tidak dipungut biaya, dan setelah seminar akan diadakan pelayanan doa pengurapan (Altar Call).