Oleh-oleh Seminar Adorasi Anak Pst. Antoine

Anak anak beradorasi dengan bimbingan Pastor Antoine Thomas

Anak anak beradorasi dengan bimbingan Pastor Antoine Thomas

Tuhan Yesus adalah “SUMBER“ dari segala penyembuhan. Dalam penyembuhan bukan hanya Yesus tapi juga “ IMAN “ kita. Seperti kata Yesus “ Iman mu telah menyelamatkan engkau “

Yesus tidak langsung menyembuhkan tapi Yesus ingin kita harus lebih rendah hati dengan mengakui dosa-dosa kita, baru Dia menyembuhkan. Yesus ingin menyampaikan pada semua orang bahwa dosa bisa mengakibatkan kejahatan yang bisa menyebabkan penyakit.

Kita mendapatkan kebebasan untuk mencintai Tuhan dan sesama, jika kita sadar akan dosa-dosa kita dan kita melakukan dengan sungguh-sungguh dan tulus hati maka Tuhan akan mengampuni dosa-dosa kita dan kita akan diberikan harapan dan mempunyai kebahagiaan. Bahagia dan harapan itulah yang ditawarkan oleh Tuhan Yesus. Di dalam Yesus kita akan menemukan kasih yang sejati, karena Tuhan adalah Kasih.

Setiap kali menerima Tubuh Kristus yang suci, kita dipeluk oleh Yesus untuk menjadi satu dengan Nya. Dan ketika Yesus di tahtakan artinya kita berada di gerbang Surga. Saat kita berdoa cukup mengatakan “aku mencintai Mu Yesus”, jika kita mencintai cukup memandang saja, itulah yang akan dilakukan dalam Adorasi. Pada saat kita berjupa dengan Yesus banyak hal yang akan disembuhkan.

Membantu anak-anak untuk menemukan Kehadiran Tuhan Yesus ditengah masyarakat. Jika kita ingin anak-anak mencintai Yesus maka harus dimulai dari diri kita sendiri. Yesus mengatakan pada wanita samaria “Saatnya akan datang orang akan menyembah Tuhan dalam Roh dan kebenaran”. Bapa mencari orang-orang yang menyembah Dia dalam Roh dan Kebenaran.

Gerakan ini disebut “ANAK-ANAK PENGHARAPAN”

Relasi akrab yang terjalin antara Pastor Antoine Thomas dan anak anak

Relasi akrab yang terjalin

Anak-anak tahu dengan pikiran mereka tentang Katolik tapi mereka tidak mau pergi ke gereja, jadi yang menjadi masalah kita orang dewasa mungkin kita lalai untuk mengajarkan pada anak-anak saat mereka kecil untuk kunjungan pada Yesus di tabernakel.

Masalah terbesar 20 tahun yang akan datang adalah saat ini mereka lebih banyak main Game, TV, HP, Internet , mereka sudah diperhamba oleh teknologi, dan juga kecanduan sport seperti sepak bola, Basket, dll

Jika kita mau menyenangkan/berkenan pada Tuhan sebagai orang tua dan katekis yaitu Yesus mengajarkan untuk : Menyembah Tuhan dipadang gurun (menemukan Tuhan dalam keheningan). Kita bisa berkata pada anak-anak bahwa kita mempunyai janji bertemu dengan Tuhan di suatu tempat, itu akan lebih menarik untuk anak-anak

Sebelum kita bisa menemukan Yesus dalam tabernakel, kita bisa menemukan Yesus dalam penyembahan. Yesus sendiri berkata dalam perjamuan terakhir “ ini lah tubuh Ku “ , kita orang dewasa harus menunjukkan sumber kebenaran ini dari injil. Penting sekali bahwa yang kita ajarkan adalah apa yang dikatakan Yesus sendiri bukan apa yang kita pikir.

Dalam undangan Ekumene kita harus nyakin dengan apa yang dikatakan Yesus sendiri “ inilah tubuh Ku” dan dengan harapan bahwa teman-teman di dalam komunitas ekumene akan tersentuh dengan kebenaran Yesus sendiri. Untuk anak-anak lebih mudah di tunjukan dengan benda-benda yang kongkrit seperti gambar-gambar seperti Yesus dengan murid-muridNya pada perjamuan terakhir, dan Alkitab yang selalu terbuka di dalam rumah, kita bercerita dari Alkitab ( cerita-cerita akan lebih menggerakan hati anak-anak ). Untuk anak-anak lebih baik sering untuk mengajak mereka berkunjungan dengan kunjungan-kunjungan singkat kepada Yesus di tabernakel.

Paus Yohanes Paulus II berkata bahwa Perayaan Ekaristi harus dibarengi dengan penyembahan pribadi kepada Yesus dalam kebenaran Sakramen Ekaristi Kudus, supaya penyembahan kita menjadi lengkap.

Untuk pendalaman iman katolik, gereja mengajarkan pentingnya adorasi kepada Yesus dalam sakramen maha kudus, penyembahan untuk memperdalam persahabatan kita dengan Yesus. Bagaimana kita bisa mengenal dan mencintai Tuhan jika tidak diperkenalkan, dengan mengundang anak-anak lebih dekat ke altar maka mereka akan lebih mempunyai perhatian yang lebih besar kepada misa.

Pastor Antoine Thomas mendapat tempat di hati anak anak

Pastor Antoine Thomas mendapat tempat di hati anak anak

Santo santa yg sangat mencintai Adorasi

-      Maria Alakok dan Margareta Alakok saat usia 4 th sudah gemar berdoa didepan sakramen maha kudus, sangat mencintai Adorasi

-      Santa Bernadeth

-      Santa Theresia dari kanak-kanak Yesus

-      Santo Yohanes Bosco, sering mengundang anak-anak dekat ke tabernakel untuk berdoa pada Yesus untuk minta bantuan bagi mereka.

-      Santo Dominikus Safio sangat mencintai Adorasi yang mengundang anak-anak juga, pada saat musim dingin ditemukan sedang berdoa, yang menunjukkan bahwa anak-anak pun sangat ingin berdoa.

Kita bisa memberitahukan pada anak-anak cerita tentang Yoh. Paulus II semasa masih kanak-kanak, atau menuliskan kisah Yoh. Paulus II saat usia 4 – 7 th. Mereka biasanya lebih memperhatikan, jika yang hadir kebanyakan anak perempuan maka ceritakan tentang anak perempuan kecil.

Sangat penting untuk memberitahukan pada anak-anak, bukan mengambil Yesus dan dibawa ke anak-anak mereka, karena anak-anak pikirannya masih sangat terbatas. Agar mereka lebih fokus maka harus ada persiapan khusus seperti memperdengarkan musik atau meditasi.

Contoh membiasakan anak-anak beradorasi di sekolah atau di gereja dengan ruang yang cukup untuk menyembah Yesus. Memberitahukan pada mereka apa yang harus mereka perbuat saat di gereja pertama berlutut dan membuat tanda salib dan mengarahkan pandangan pada tabernakel.

Untuk anak-anak remaja yang agak susah untuk diajak tenang saat berdoa daripada anak-anak yang lebih kecil, yang paling penting untuk mereka dengan menggunakan cerita.

Contoh : untuk membantu anak-anak beradorasi, saat th 1916 di Portugal ada penampakan di Fatima, Tuhan mengutus malaikat untuk bertemu dengan tiga orang anak kecil yang berdoa Rosario sambil menggembalakan domba, suatu hari mereka melihat angin yang bertiup dan ada cahaya, malaikat berkata jangan takut dan mereka tunduk dan berlutut. Mereka mengulangi doa yang sama terus menerus “ Oh Tuhan saya percaya kepada Mu, menyembah Mu dan mencintai Mu. Setiap hari anak-anak itu mengulangi doa yang sama, tujuh hari kemudian malaikat menampakan diri lagi dan mengundang mereka untuk mempersembahkan sesuatu. Dan pada penampakan ke tiga kali nya yang terakhir malaikat membawa piala dan diatas piala ada hosti dan ada darah mengalir, malaikat itu membiarkan piala dan hosti itu dan mereka bersembah sujud dan dia tga kali dengan doa yang sama “ Allah Tri tunggal yang maha kudus Bapa Putra dan Roh Kudus , aku menyembah Engkau, dan mempersembahkan kepada Mu tubuh dan darah yang sangat berharga, jiwa dan keilahian dari Yesus Kristus, yang hadir dalam tabernakel yang harus kami sembah. Dan itu sebagai persiapan menghadapi saat religi dan berbagai macam hal yang terjadi di goa. Dan melalui Maria dan hati terkudus Maria, saya minta kepadamu untuk berlutut dan berdoa untuk para pendosa. Setelah itu Malaikat itu akhirnya memberikan komuni pada mereka ber tiga dan menghilang lagi. Ini cerita yang sangat penting untuk anak-anak

Yesus mengatakan bahwa hati anak-anak sangat baik, jiwa dari anak-anak sangat menarik perhatian, mereka seperti malaikat-malaikat kecil untuk Yesus. Jika Yoh. Paulus II dan Paus Benekditus XVI saja menyembah kepada Yesus, maka kenapa kita tidak. ( YIYIN )