Tujuh Ucapan Terakhir Yesus Di Atas Kayu Salib

Jelajah Alkitab:

Dua paku dihujamkan ke kedua pergelangan tangan Yesus , tepat di otot yang bersambung ke bahu, satu paku yang lebih panjang pada kedua kaki yang bertumpu…Yesus mencoba menahan beban dipunggungnya, perlahan-lahan tubuh Nya mulai merosot ,  membuat paku yang menusuk pergelangan tangan dan kakinya menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Selama berjam-jam Dia menahan rasa sakit , berdenyut-denyut , kejang , kram menjalar keseluruh otot……Semua ini memastikan penderitaan  menuju kematian yang tidak terhindarkan.

Pada tgl 18 April 2013 dimulainya kembali Jelajah Alkitab( JA), putaran kedua, yang akan menjelajahi “ lebih dalam” lagi  sehingga alkitab jadi sangat menarik. Agar lebih “SERU” pada putaran kedua ini juga akan disisipi “doorprize” lagi tetapi hendaknya kita jangan terjebak dengan hadiah hadiah saja, tetapi lebih mengejar kepada ROTI HIDUP nya. Ada kemungkinan JA akan mengadakan retret bersama, demikian bapak Triawan membuka pertemuan malam itu.

Ada tujuh ucapan Yesus sebelum wafat, yaitu ucapan pertama sampai ucapan ke tiga yang diucapkan antara pkl 9 -12 dan ucapan ke empat sampai ketujuh antara pkl 12 – 15. Mengapa ucapan di salib ini yang kita soroti? Karena  kata-kata terakhir Yesus adalah wasiat yang sangat penting bagi umatNya sebelum Dia menghembuskan nafas terakhir sebagai manusia.

1. Lukas 23:24 Ucapan Pengampunan : “ Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. Didalam kesakitan dan penderitaan biasanya orang mengeluh dan fokus kepada dirinya sendiri, tetapi Yesus TERARAH pada orang lain. Malah ucapan pengampunan yang keluar dari mulutNya.

2. Lukas 23:43 Ucapan Keselamatan : Aku berkata kepadamu:” Sesungguhnya pada hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus”. Ucapan itu diberikan pada salah satu penjahat yang bertobat, yang disalib bersama-sama  Yesus, karena ada pengakuan iman yang luar biasa darinya: Yesus , ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja (= Mesias)

3. Yohanes 19:26-27 Ucapan kasih : Ibu inilah anakmu, inilah ibumu. Ayat  itu membuktikan bahwa Yesus adalah Putra satu satunya dari bunda Maria, tidak ada saudara Yesus yang lain. Peristiwa ini adalah salah satu bukti yang luar biasa dan inidah mengenai kasih Tuhan. Yesus tidak memikirkan penderitaanNya tetapi memikirkan ibu dan murid-muridNya.

4. Matius 27:46 Ucapan Penderitaan Rohani : “Eli Eli  lama sabakthani”. Seruan Yesus yang penuh kesakitan dan derita ini, mengingatkan tangisan Israel. Menunjukkan bahwa Yesus menggantikan manusia yang  berdosa yang terpisah dari Allah. Dia yang tidak berdosa telah dibuatnya menjadi dosa karena kita.

5. Yohanes19:28 Ucapan Penderitaan Jasmani. “Aku haus”. Saat Yesus tahu bahwa segala sesuatunya telah selesai, bahwa NUBUATAN (dalam Perjanjian Lama )telah DIGENAPI. Ucapan  “Aku haus” memperlihatkan bahwa Yesus  sepenuhnya SADAR. Rencana keselamatan yang  direncanakan Allah Bapa sebelum  dunia diciptakan telah Yesus selesaikan / genapi pada saat Ia disalibkan diatas kayu salib.

6. Yohanes 19:30 Ucapan Kemenangan : “Sudah selesai” / Tetelestai, yang berarti teriakan kemenangan, teriakan yang menang setelah berjuang, yang berhasil mengalahkan dan mengatasi kegelapan dan masuk dalam cahaya kemuliaan serta menggapai mahkota. Ucapan ini bisa ditemukan dalam 3 tempat di Kitab Suci yaitu dalam kitab Kejadian setelah penciptaan(kejadian 2:2) , kedua dalam pewahyuan di akhir jaman ( wahyu 21:6) dan ketika di salib (Yoh19:30)

7. Lukas 23:46 Ucapan Penyerahan :“Ya Bapa kedalam tanganMu Kuserahkan nyawaKU”. Sesaat sebelum Yesus meninggal, Yesus masih berdoa . Yesus wafat dengan sikap PASRAH  TOTAL  pada kehendak Bapa.

Dari ucapan-ucapan ini, kita melihat bagaimana Yesus ingin membawa keselamatan bagi semua orang dengan memberikan pengampunan kepada umat manusia, sehingga menusia dapat bersatu dengan Allah di dalam Kerajaan Sorga. Bagaimana cara untuk mencapai Kerajaan Sorga? Yesus menunjukkan agar kita dapat menerima Maria sebagai bunda kita, senantiasa berharap pada Allah dalam kesulitan, haus akan jiwa-jiwa untuk diselamatkan, setia pada panggilan kita sampai akhir hayat hingga sampai tiba saatnya kita menyerahkan nyawa kita kepada bapa dan kemudian memulai kehidupan baru di dalam Kerajaan Sorga. Demikian Pastor Hendra Kimawan mengakiri nya setelah menyediakan waktu menjawab beberapa pertanyaan umat yang hadir. Disediakan  juga hadiah buku yang judulnya sama dengan tema malam itu, bagi 3 umat yang berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pastor seputar tema yang lalu. (Henny Herawati)