Misa Penutupan Bulan Maria

Penghormatan kepada Bunda Maria oleh Pst Yoyo

Penghormatan kepada Bunda Maria oleh Pst Yoyo

Jumat 31 Mei 2013 yang lalu telah diadakan misa penutupan bulan Maria. Sebelum misa yang dipimpin oleh Pastor Yoyo, OSC ini dimulai, rangkaian kegiatan telah dimulai dengan doa rosario terakhir pada bulan Mei. Misa yang dimulai pukul 18.00 ini berlangsung seperti misa biasa, namun ada sedikit perbedaan yaitu adanya perarakan patung Bunda Maria yang diwakili oleh OMK Pandu. Misa ini diiringi oleh pemazmur Pandu. Meski tidak banyak umat yang hadir, namun suasana misa tetap berlangsung secara hikmat.

Bacaan pertama misa penutupan bulan Maria ini diambil dari Roma 12:9-16. Tidak ada bacaan kedua pada misa ini, sedangkan bacaan Injil diambil dari Lukas 1:39-56. Dalam homilinya, Pastor Yoyo menganalogikan sebuah kisah mengenai dua orang saudara penggarap sawah. Mereka selalu membagi hasil panen mereka sama rata. Saudara yang satu sudah menikah dan memiliki anak, sedangkan yang lainnya masih lajang. Saudara yang masih lajang selalu memikirkan kepentingan dan kebutuhan saudaranya yang sudah berkeluarga itu sehingga ia memutuskan untuk memindahkan satu karung padi ke lumbung saudaranya. Namun sesungguhnya saudaranya yang telah menikah pun melakukan hal yang sama. Tujuan yang mereka lakukan sama yaitu untuk mengangkat dan mendukung kehidupan satu sama lain serta untuk membagi kebahagiaan. Mereka berharap dengan memberikan bagian panennya, saudaranya akan hidup lebih bahagia dan damai.

Dari cerita diatas, dapat kita samakan dengan kisah Maria yang mengunjungi Elisabeth saudaranya ketika sedang mengandung. Maria juga ingin membagi kebahagiaan kepada Elisabeth. Walaupun tahu bahwa sedang menjalani tugas besar, Maria tetap ingin menunjukkan bahwa ia sanggup menjalankan tugas tersebut dengan penuh iman dan ketaatan.

Ada makna dibalik kedua kisah tersebut, yaitu agar membuka harapan baru dan selalu taat akan kehendak Allah meskipun sedang mengalami kesulitan tersendiri. Caranya adalah dengan membagi kebahagiaan kita kepada orang lain. Hal itu membuat kita semakin percaya akan kemurahan Tuhan kepada kita.

(Irene Tjandra)

Perarakan patung Bunda Maria

Perarakan patung Bunda Maria