“BORN FREE” merupakan Anugerah Tuhan

“Born Free” merupakan suatu anugerah Tuhan dan hadiah yang tidak ternilai bagi kita. Kita diciptakan Tuhan dengan penuh kasih dan kebebasan. Di dalam Kitab Kejadian dalam Kitab Perjanjian Lama dikisahkan bagaimana Allah sebelum menciptakan manusia Adam dan Hawa, menciptakan lebih dahulu berbagai sarana dan prasarana ada pagi, petang, malam, bulan, bintang, langit, bumi, laut, flora dan fauna yang disediakan dan diberikan secara bebas kepada asal manusia Adam dan Hawa. (Bdk Kej.1:1-31) Sebenarnya Allah tidak memberi sesuatu kebebasan kepada manusia itu untuk berbuat bebas, sebebas-bebasnya. Allah menetapkan pohon kehidupan serta pohon pengetahuan, tentang yang baik dan yang buruk sebagai tanda atau rambu-rambu kepada Adam dan Hawa di dalam melakukan kebebasan itu. (Bdk Kej. 2:9).

Kita semua dilahirkan secara bebas. Kita patut mensyukuri akan anugerah Tuhan ini. Tetapi apakah kebebasan yang kita peroleh itu dapat kita lakukan dengan semena-mena? Tentu saja tidak, kebebasanitu ada batasnya. Seperti halnya dalam kehidupan sekarang ini manusia bebas untuk berpikir, berbuat, belajar, melakukan apa saja yang disukai, dsb. Banyak hal dan peristiwa yang kita lihat dan jumpai seperti tawuran, pemakai narkoba, korupsi, melanggar hukum, dsb. Salah satu contoh di dalam mengendarai sepeda motor atau mobil, kita bebas mengendarainya atau menggunakannya, namun kita juga harus mematuhi peraturan berlalu-lintas.

Seperti Adam dan Hawa, setelah mereka melanggar kebebasan itu, memakan buah pohon pengetahuan baik dan buruk itu berakibat dosa yang menimpa mereka. Mereka diusir dari Taman Firdaus. Jadi rambu-rambu itu sungguh sangat berguna bagi manusia untuk menggunakan hak kebebasan itu. Hak kebebasan yang kita peroleh menjadi hak kebebasan yang bertanggung jawab.

Tidak lama lagi, dalam bulan Agustus ini kita akan kembali memperingati dan merayakan Hari Kemerdekaan Bangsa kita yang ke-68. Hari Proklamasi Kemerdekaan Kita yang didengungkan pertama kalinya pada tanggal 17 Agustus 1945. Kita boleh merasa gembira dan bangga bahwa dengan kemerdekaan bangsa ini. Juga kebebasan dalam beragama menurut keyakinan dan kepercayaan kita meskipun belum terjamin secara penuh hak-hak kita untuk beribadat. Bagi kita apakah yang dapat kita lakukan dengan kebebasan yang kita peroleh dari Allah itu?. John F. Kennedy, salah seorang Presiden Amerika Serikat mengatakan : “Don’t ask what the state can do for you, but ask what you can do for the state.” Di dalam Kitab Perjanjian Baru apa yang kita berikan kepada Kaisar kita berikan dan apa yang kita berikan kepada Allah wajib kita berikan kepada Allah. (Bdk Luk 20:25; Mrk 12:17). Banyak yang dapat kita lakukan bagi Gereja, Nusa dan Bangsa. Kita harus menjadi Katolik 100% dan warga negara 100%. Dengan penuh ketulusan, tanpa pamrih dan kesombongan kita dapat menerima pelayanan kasih terhadap sesama kita. Kita akan dipimpin oleh Tuhan Allah sendiri, dalam wujud ROH ALLAH yaitu ROH KUDUS agar kita tidak berbuat yang tidak baik.

Tahun 2013 ini, sebelum kita memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan kita, kita akan memberikan juga Selamat Hari Raya Idulfitri bagi saudara-saudara kita, Umat Muslim. Marilah kita berikan ucapan selamat demi kebersamaan dan saling memberikan kasih dan salam damai. Dirgahayu RI yang ke-68.

(Nanny Tjahjadi)