Rekoleksi Paduan Suara Belcanto


Selasa, tanggal 5 November 2013 bertepatan dengan hari libur Tahun Baru Hijriah salah satu hari besar saudara kita umat Muslim, Paduan Suara Belcanto Paroki Pandu mengadakan “Rekoleksi dan Peneguhan Kepengurusan” bertempat di Rumah Pastoral Stasi St. Theodorus. Perserta berjumlah 28 orang, sebagian berhalangan hadir, namun karena kebersamaan tentunya tidak mengurangi semangat serta antusias di antara anggotanya. Di bawah komando Ibu Leni sebagai MC acaranya berlagsung dengan baik dan lancar dari pukul 10.00-15.00.

Rekoleksi dipimpin oleh Pastor H. Tedjoworo, OSC dengan tema “Kematangan Rohani dan Pemberian Diri”. Dengan Rekoleksi ini diharapkan para peserta dapat tergerak hatinya melayani dan terlibat dalam pelayanan khususnya Paduan Suara, agar koor betul-betul menjadi doa.


“Kematangan Rohani”, diukur dari ketersediaan kita untuk memberi tempat pada Tuhan dalam situasi sulit. Situasi sulit yang paling nyata dan sering terjadi ialah konflik dan salah paham”. Keduanya selalu ada dalam suatu kelompok maupun dalam organisasi apapun. Konflik dengan sesama menjadi berat karena sesuatu dalam diri kita sendiri yang membawa efek “tidak nyaman” dalam kerja sama. Sehingga kitapun perlu mendalami manajemen konflik berdasarkan Kitab Suci supaya kita memahami betapa banyak unsur di dalam konflik yang sifatnya lebih Ilahi daripada manusiawi. Menghadapi konflik bersama Tuhan mematangkan kita secara rohani. Untuk melayani dan memberi, Yesus mempunyai kriteria, orang-orang yang punya potensi tersembunyi luar biasa, yaitu berani diubah dan mau diubah oleh Allah. Terlibat dalam pelayanan berarti mau diubah oleh Kristus, seperti dikatakan oleh Kristus sendiri “Jika tangan kanan memberi, Janganlah diketahui tangan kirimu”, yaitu hanya memberi, tanpa alasan bukan untuk diketahui atau terlihat oleh orang banyak.


Setelah sesi-sesi diadakan sharing kelompok terdiri dari 4 orang, setelah sharing saling mendoakan antara sesama anggota. Kamipun mengisi secarik kertas mengenai janji dan komitmen, dan kami secara berdua-duaan saling menukarkan kertas yang sudah diisi untuk saling ditukarkan sebagai pengingat akan komitmen diantara anggota Belcanto dengan dikuatkan doa yang disampaikan oleh Pastor Tedjo. Beliaupun menegaskan bahwa bukan hasil rekoleksi dan Pastorlah yang dapat mengubah Paduan Suara Belcanto menjadi lebih baik, akan tetapi para pengurus dan anggotalah yang berperan besar, rekoleksi hanya alat bantu saja. Rekoleksi ditutup dengan peneguhan kepengurusan inti Paduan Suara Belcanto, sebagai berikut:

  • Penasihat : Henny Susanto
  • Ketua : Wawan Suwanda
  • Wakil Ketua : Alfred Ari Murti
  • Sekretaris 1 : Odilia Lisya
  • Sekretaris 2 : Elizabeth Tin L.
  • Bendahara : Mita Yuwanti
  • Sie Liturgi : Ibu Maya
  • Maria Kristijani
  • Kiki Gunadharma
  • Sie Humas : Ni Wajan Leni
  • Lanywati

Terimakasih banyak Pastor Tedjo karena telah mendampingi kami dengan luar biasa. Selamat bertugas kepada pengurus baru. Selalu setia dalam melayani, Tuhan Memberkati.

(JW bin Aman)