Bahagia Di Usia Senja

Warga lanjut menerima percikan air suci

Warga lanjut menerima percikan air suci

Sabtu pagi tanggal 15 Februari 2014 , Gereja Pandu sudah dipenuhi oleh orang-orang lanjut usia, dari umur 60 an sampai 80 bahkan 90 tahun. Ada yang berjalan sendiri, dipapah sanak saudaranya, ada pula yang duduk di kursi roda. Pagi itu Gereja Pandu menyelenggarakan Misa khusus Lansia dan Orang sakit. Meskipun tidak penuh tetapi setengah gereja penuh dengan para lansia yang bersemangat hadir. Dalam Misa yang dipimpin oleh Pst B. Hendra Kimawan, OSC para lansia pun mendapat percikan air suci.

22 tahun yang silam, tepatnya pada tanggal 11 Februari, Beato Yohanes Paulus ke 2 menetapkan hari itu sebagai Hari Orang Sakit sedunia. Beliau menetapkan hari tersebut karena dokter memvonisnya terkena Syndrome Parkinson.

Dalam Kotbahnya Pst Hendra berkata bahwa orang-orang tua biasanya merasa tidak diperhatikan dan merasa terasing, oleh sebab itu mereka menjadi lebih sensitif. Gereja Pandu mengadakan Misa Lansia dan orang sakit setiap tahunnya karena Gereja ingin mengikuti teladan Mother Teresa yang setia juga merawat orang orang sakit, kusta, tersingkir dan terbuang karena beliau melihat Yesus sendiri dalam orang-orang tersebut. Gereja pun melihat kehadiran Kristus dalam orang-orang sakit dan  terasing, dengan harapan  supaya para lansia juga merasa diperhatikan, tidak ditinggalkan, tidak sendiri. Supaya juga orang muda mau mendukung mereka dan akhirnya kita saling mendukung satu sama lain. Karena Tuhan sendiri tidak pernah meninggalkan kita. Diakhir khotbahnya ada ungkapan yang sangat bagus dari Pst Hendra yang berbunyi: “ MENJADI TUA ITU KEPASTIAN, TETAPI MENJADI BAHAGIA ADALAH PILIHAN”.

Perlu punya iman kepada Tuhan, atas penyelenggaraan ilahi dan kebesaran hati menerima kondisi usia lanjut ataupun kondisi fisik yang sakit dan melemah. Fisik boleh menurun tapi semangat tetap tinggi. Oh indahnya kasih Tuhan, tempatku berteduh. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu ( Yesaya 46:10 )Janji Tuhan bagi umat yang dikasihi-Nya.

Setelah misa diadakan ramah tamah sederhana, para lansia menikmati bubur hangat yang sedap rasanya dan mereka terlihat bercengkerama satu sama lain dengan gembira. Semoga kehangatan itu juga bisa mereka bawa pulang ke rumah masing-masing. ( Lauren & Anita)

Pst Hendra menyapa ibunda dari Ibu Anna usai misa lansia

Pst Hendra menyapa ibunda dari Ibu Anna usai misa lansia

Usai misa umat warga lanjut usia menikmati sarapan bubur panas sambil bertegur sapa

Usai misa umat warga lanjut usia menikmati sarapan bubur panas sambil bertegur sapa