Satu Foto Satu Kisah

Berkisah dari balik rak rak buku

Berkisah dari balik rak rak buku

Kita sering membaca berita yang menyertakan satu atau lebih foto di berita tersebut. Hal yang umum terjadi adalah berita yang menceritakan apa yang terjadi dalam foto tersebut dan bukan sebaliknya.

Hari Minggu 26 Januari 2014 lalu, Pastor Tedjo OSC., mengajak kami menilik lebih lanjut bagaimana menciptakan sebuah kisah dari sebuah foto sehingga foto tersebut memang bermakna atau mewakili kegiatan tersebut.

Bertempat di perpustakaan Gereja Pandu, Pastor Tedjo berbagi pengalaman dan memberikan sedikit pengetahuan mengenai fotografi kepada 10 orang yang sudah meluangkan waktu untuk mengikuti obrolan ringan tersebut. Beliau memberikan sedikit tips dan trik untuk menciptakan sebuah foto sederhana namun memiliki makna yang lebih. Menurut beliau, ketika orang ingin membaca sesuatu, foto yang tertera harus membuat orang semakin penasaran apa yang terjadi pada foto tersebut. Dengan kata lain, kita harus membuat foto yang sederhana namun menarik. Antusiasme dari peserta yang hadir terlihat saat Pastor Tedjo memperlihatkan beberapa foto hasil karyanya yang hanya mengunakan kamera biasa. Mayoritas foto yang dihasilkan memiliki cerita tersendiri, meskipun beliau hanya bermain dari segi sudut, tata letak obyek, dan  fokus.

Kesimpulannya, untuk mendapat foto menarik yang memiliki kisah tersendiri, kita harus pintar-pintar mengakali bagaimana obyek yang sebenarnya sederhana menjadi sebuah objek yang indah dan menarik. Hasil foto yang bagus ternyata juga bisa diperoleh  dengan menggunakan foto pocket atau kamera handphone.

Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah para peserta diminta untuk mempraktikkan apa yang sudah mereka terima. Peserta terlihat sangat penasaran bagaimana menciptakan sebuah foto yang memiliki satu kisah tersebut. Berbekal sedikit pengetahuan yang telah didapat dari Pastor Tedjo, semua berusaha keras menghasilkan sebuah foto yang memiliki kisahnya tersendiri. Pastor Tedjo membatasi para peserta untuk mengambil lima foto saja. Buku-buku yang ada di perpustakaan menjadi obyek percobaan  dari para peserta. Setelah 30 menit berlalu, Pastor Tedjo mengajak untuk melihat hasil bidikan dari para peserta untuk dievaluasi apakah foto tersebut  menghasilkan foto berkisah atau tidak.

Setelah evaluasi, acara diakhiri dengan ramah tamah. Mari kita berusaha menciptakan 1 foto 1 kisah agar memudahkan kita dalam mempublikasikan sebuah berita.

(Irene Tjandra)