Stasi Santo Theodorus Sukawarna

PAROKI SANTA PERAWAN MARIA SAPTA KEDUKAAN BANDUNG

gereja Stasi St.Theodorus-Sukawarna

gereja Stasi St.Theodorus-Sukawarna

Pada tahun tujuh puluhan Yayasan Universitas Katolik Parahyangan Bandung membeli sebidang tanah di Kampung Cibogo Bawah Kelurahan Sukawarna Kecamatan Sukajadi. Tanah tersebut diperuntukan bagi perumahan karyawan Universitas Katolik Parahyangan Bandung. Dengan pertimbangan,  kemungkinan yang akan mendirikan rumah di atas tanah tersebut adalah sebagian besar karyawan  yang beragama Katolik, maka yayasan Unpar menyediakan sebidang tanah  lebih kurang 700 meter persegi.

Tanah untuk perumahan tersebut secara kebetulan berdekatan dengan perumahan TNI AU Lanuma Husein Sastranegara Bandung. Diantara mereka juga, khususnya pendatang dari luar Kota Bandung, ada yang beragama Katolik. Karyawan Unpar yang tinggal di perumahan tersebut menggabungkan diri ke dalam Lingkungan Cibogo Paroki Santa Perawan Maria Sapta Kedukaan (Paroki Pandu)

Sehubungan dengan sudah disediakannya tanah untuk membangun tempat ibadah (Gereja), Umat Lingkungan Cibogo mengajukan permohonan kepada Paroki untuk membangun sebuah rumah ibadah. Untuk membangun rumah ibadah tersebut dibentuklah sebuah Yayasan , sebagai perwujudan dari Pengurus Gereja Amal Katolik, sebagai badan hukum untuk mengurus perizinam pembangunan. Pastor  Chris Tukiyat, OSC sebagai pastor Paroki diberi kepercayaan oleh Pator Van Doorn OSC, sebagai Pastor Kepala, untuk menjadi ketua Yayasan yang diberi nama Yayasan Ibrahim.

Keinginan umat Lingkungan Cibogo tersebut mulai diwujudkan dengan dibentuknya Panitia Pembangunan Gedung Serbaguna Umat Katolik Cibogo pada tanggal 24 April 1980. Yang menjadi Panitia Pembangunan tersebut mayoritas umat Katolik dari TNI AU Husein Sastranegara. Mereka menempuh jalan yang panjang dan berliku-liku untuk memperoleh izin bangunan. Akhirnya, setelah menunggu cukup lama, surat izin mendirikan bangunan tersebut dapat diperoleh yaitu tanggal 8 September 1983.

Pembangunan dimulai Oktober 1983 dan selesai Desember 1984 dengan luas bangunan 360 m2, luas persil  ±700 m2 yang dapat menampung ± 400 umat/misa. Biaya Pembangunan gereja tersebut menghabiskan Rp. 70.167.266,00, dimana uang tersebut diperoleh dari hasil swadaya  dan bantuan dari Departemen Agama.

Gereja Stasi Sukawarna diberkati pada tanggal 17 Agustus 1985 oleh Mgr. Alexander Djajasiswaja. Pr

Lingkungan perdana yang termasuk ke dalam Stasi Sukawarna adalah Lingkungan Kompleks Perumahan Sukaraja I, Komplek perumahan Sukasari, Komplek perumahan dosen unpar, dan kompleks perumahan Sarijadi

Sampai dengan akhir tahun 2009 Stasi Sukawarna membina 13 lingkungan dengan jumlah kepala keluarga 522.

Dewan Stasi Perdana

  • Ketua                       : Bp. Y. Haryanto (alm.)
  • Wakil I                     : Bp. A. Bambang M. Witono
  • Wakil II                   : Bp. Agustinus Subakti
  • Sekretaris I            : Bp. Y. Gunawan
  • Sekretaris II          : Bp. R. Wahyudi Triweko
  • Bendahara              : Bp. Hasan
  • Sie Dana                   : Bp. Edward Nurima, Bp. Herry Hermanus
  • Sie Keamanan       : Bp. C. Suharsono, Bp. F.X. Suradji, Bp. A. Tubi, Bp. Sutikno, Dll….

Dewan Stasi saat ini:

  • Ketua                       : F. Sutjoyo S.
  • Wakil I                    : Andreas Poerwanto
  • Wakil II                  : Adrian Hery S
  • Sekretaris I           : Maria Sugianti
  • Sekretaris II        : Robertus Sudargo
  • Bendahara I         : Evi Muliati
  • Bendahara II       : Lily Kulit

Santo Pelindung

Santo Theodorus ditetapkan sebagai Santo Pelindung Gereja Sukawarna bedasarkan keputusan rapat pengurus Stasi lengkap tanggal 13 Februari 1988, dihadiri Pastor Paroki & Pastor Pembimbing dan di sahkan oleh Pastor Leo van Beurden, OSC  per bulan Maret 1988(Hasan)