Bruder Samidi,OSC

Penawaran Yang Disodorkan

Bruder Samidi,OSC

Bruder Samidi,OSC

Bruder Samidi yang sehari hari kita kenal adalah seorang Bruder yang sederhana dan tidak banyak berbicara, bahkan cenderung pendiam. Namun dibalik itu, ia sebenarnya adalah pribadi yang hangat dan penuh welas asih.

Ia lahir pada tanggal 28 Desember 1934 di Yogyakarta. Masa kecilnya ia lewatkan di sana. Ia mengawali pelayanannya sebagai koster di gereja St. Paulus-Kotabaru di kota kelahirannya sampai tahun 1959. Pada tahun 1959-1961 ia melayani di Bengkulu. Setahun kemudian ia bekerja di rumah sakit St.Jusuf-Bandung . Pada tahun 1962, secara kebetulan ia maen ke Seminari Cicadas dan banyak bergaul erat dengan anak anak seminari. Pada tahun yang sama,ia ditawari untuk masuk seminari Cicadas oleh pastor Dohne,OSC.

Lalu pada tanggal 15 Agustus 1962 ia masuk biara OSC, mengucapkan kaul I pada tahun 1964. Kemudian setelah merasa mantap, ia mengucapkan kaul kekal pada tahun 1970.

Pada tahun 1969, ia mulai melayani di Paroki Kristus Sang Penabur-Subang hingga 1979. Kemudian dilanjutkan di paroki St.Mikael-Indramayu hingga 1983. Bersamaan dengan itu ia mengajar di SD Indramayu dan Jatibarang. Pada tahun 1983,  ia kembali ditugaskan ke Subang hingga 2005. Tugas tugasnya antara lain adalah: kunjungan ke lingkungan-lingkungan, memimpin ibadat sabda, mengirim komuni, memimpin acara pemakaman dll.

Saat berkarya di Subang, ada cerita unik yang mengesankannya, yaitu saat ia secara tak sengaja menjadi peternak kambing dadakan. Bruder Samidi sangat gemar bercocok tanam dan bekerja di kebun. Tanaman di paroki tersebut banyak yang mati karena dimakan rayap. Lalu timbul ide dibenaknya untuk memelihara kambing agar kotorannya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk supaya tanamannya lebih subur. Ternyata kambingnya beranak pinak dan tiap Natal dan Paskah tiba,tiga ekor kambing senantiasa jadi ‘kurban’ dan seluruh umat paroki kebagian mencicipinya.

Sejak tahun 2005, Bruder Samidi kembali ke Pandu. Sehari hari ia mendampingi dua presidium legio maria, HIMANTO dan MONICA.  Urusan kolekte menjadi tanggung jawabnya pula. Ia juga  sangat tekun beradorasi. Tak jarang, diwaktu tengah malam saat tak ada umat yang beradorasi, ia dengan setia mengisi kekosongan tersebut. Di waktu senggangnya, ia gemar merawat tanaman tanaman yang ada di halaman rumah. Sejak bertahun tahun, tiap pukul 7 malam, ia selalu setia mendengarkan radio siaran katolik dari California yang senantiasa menyuarakan iman katolik kepada pendengarnya.

Ia teringat saat ia belum menjadi seorang biarawan, seringkali ia berdoa agar kelak timbul bibit-bibit biarawan/wati dari kota kelahirannya. Ia mengatakan mujizat terbesar dalam hidupnya adalah saat dimana ia sendiri yang mendapat panggilan tersebut, bukan dalam mencarinya, akan tetapi dalam penawaran yang disodorkan kepadanya oleh (alm) pastor Dohne.

“Setelah menjadi seorang Bruder,saya amat bangga pulang setiap tahun ke Kotabaru dengan jubah OSC saya”, demikian ucapnya sambil mengenang saat saat itu.

Sebagai ucapan selamat kepada paroki yang berulang tahun dan gereja yang menghadapi banyak tantangan di masa kini, ia berpesan: ” Jangan takut, bersandarlah pada Yesus ”

(RTC)

 

 

Pada tanggal 20 Maret 2012, Bruder Justinus Samidi, OSC. telah berpulang kepada Allah Bapa di Surga dalam Usia 77 Tahun.

Ringkasan Perjalanan Hidup dikutip dari berita keuskupanbandung.org

  • 28 Desember 1934 Lahir di Yogyakarta
  • 15 Agustus 1962 masuk Seminari
  • 1964 Kaul Pertama
  • 1970 Kaul Kekal
  • 1969-1979 bertugas di Paroki Subang
  • 1979-1983 bertugas di Paroki Indramayu
  • 1983-2005 bertugas di Paroki Subang
  • 2005-2012 bertugas di Paroki Pandu
  • 20 Maret 2012 meninggal dunia