Frater Franciscus de Paula Mammouth Kunto Adji Moeljanto Dwiputro, OSC

Franciscus de Paula Mammouth Kunto Adji Moeljanto Dwiputro, OSC

Franciscus de Paula Mammouth Kunto Adji Moeljanto Dwiputro, OSC

Frater Mammouth, atau lengkapnya Frater Franciscus de Paula Mammouth Kunto Adji Moeljanto Dwiputro, OSC, biarawan yang semenjak bulan November 2010 telah menjadi penghuni biara Pandu ini, ternyata sudah mendapat tempat di hati umat Pandu. Ia menjadi pendamping di banyak kelompok kategorial, seperti St Monica, Himanto, Legio dll. Selain itu ia mendampingi Pst. Rob Stigter, OSC dalam tugas pelayanan di Misi Prokur, terutama bagi para biarawan OSC yang berada di luar pulau Jawa. Bersama- sama dengan Pastor Rob, ia memenuhi kebutuhan akan kesehatan mental dan fisik, serta memberi dukungan kepada sesama biarawan dalam menjalani tugas-tugas misi mereka. Selain itu Frater Mammouth adalah sekretaris dalam kelompok Mitra OSC.

Diakon Mammouth lahir di Solo, 27 maret 1957. Ia anak ke tiga dari tujuh bersaudara, putra dari (alm)Djoko Moeljanto dan (alm) Sri Joewati. Ia bersekolah beberapa tahun di SD Pangudi Luhur Solo, dan selanjutnya mengikuti tugas ayahnya yang seorang diplomat ke berbagai negara di Eropa dan Amerika. Oleh sebab itu pula, ia fasih menguasai beberapa bahasa asing dengan lancar, antara lain: bahasa Belanda, Italy, Inggris, selain beberapa bahasa daerah, seperti Makassar dan tentu bahasa Jawa, bahasa ibunya. Sepulangnya ke Indonesia, ia melanjutkan kembali SMP dan SMA nya di Pangudi Luhur Solo.

Pada tahun 1974, ia mulai berkuliah di Fak Ekonomi, jurusan Akuntansi Universitas Hasanuddin, Makassar. Setelah menamatkan kuliahnya pada tahun 1978, ia masih melanjutkan kuliahnya ke Fak Psikologi selama dua tahun di Universitas Airlangga, Surabaya.

Pada tahun 1980, ia mulai bekerja di WFP (Worl Food Program), sebuah badan di bawah naungan UNESCO – PBB sebagai bendahara di Makassar. Setelah dua setengah tahun bekerja, pada tahun 1983 ia memutuskan untuk mengurus perusahaan keluarga.

Pada tahun 1985, ia membuat keputusan hidupnya untuk membiara dan diterima di biara OSC Jl Sultan Agung. Rupanya panggilan ini sudah berproses semenjak ia bekerja di Makassar.

Selanjutnya tahun 1990, Diakon Mammouth diutus ke Asmat dalam masa Tahun Orientasi Pastoral dan sepulangnya dari sana ia mengucapkan kaul kekal pada tahun 1991. Tak lama kemudian disusul dengan tahbisan diakon pada tahun 1992. Saat itu ia sudah tinggal di Pandu dari tahun 1991 – 1993. Kemudian selama dua tahun hingga 1995 ia mendapat tugas sebagai direktur I di Pratista.

“Pada tahun 1996 hingga 1998, saya bertugas di Paroki St Maria, Medan. Dari Medan saya diutus untuk menempati posisi Sekretaris Jendral di Generalat, Roma”, demikian kata Diakon yang punya hobby melukis dan menari ini.

Tak disangka semula, ternyata ia bertugas disana hingga akhir tahun 2010, yakni lebih dari duabelas tahun! Ia mengatakan, banyak pengalaman dan pergaulan yang ia dapatkan semasa ia tinggal di Roma. Selain itu ia dapat mengenal serta memahami berbagai masalah yang dihadapi ordo. “ Disamping itu , saya bisa mengenal ordo lain dan juga bisa belajar banyak dari kelompok sekjend tarekat dari seluruh dunia, yang berpusat di Roma”, demikian kata Diakon Mammouth dengan wajah yang selalu ceria.

Di waktu senggangnya, selain rutin berolahraga tiap sore, ia juga senang bermain musik gamelan. Sayang fasilitas ini belum tersedia di biara.

Motto hidupnya : Ti Voglio bene , yang artinya kira kira: Saya ingin berbuat baik untuk mu
(Rosiany T Chandra)