“Kemegahanku: Mewartakan Injil”
- Komsos Gereja Pandu
- Mar 16
- 3 min read
Sabtu 14 Maret 2026 Paroki Bunda Tujuh Kedukaan-Pandu mengadakan rekoleksi Anggota Pleno di Aula Paroki dari pukul 10.15 hingga pukul 14.00 dalam 2 sesi, bersama pastor Efron Lumban Gaol, OSC yang telah 4 bulan berada di Paroki Pandu. Acara ini dihadiri oleh 77 0rang yang terdiri dari DPH, DPI, Ketua Wilayah, Kategorial, Ketua Lingkungan dan Wakil Ketua Lingkungan.
Rekoleksi ini dimulai dengan pertanyaan ”Siapakah Anda dalam lingkup Gereja? Apa identitas kita? Sebab jika kita kurang menyadari, kita akan biasa- biasa saja menyikapinya. Kita adalah pelayan yang dipilih Pastor. Orang-orang yang terpilih secara khusus untuk melayani umat. Seperti Paulus, ia adalah Rasul yang merasul. Dalam 1Kor9:1-27 Paulus berkali kali mewartakan dirinya sebagai rasul yang sudah tersentuh oleh keindahan Ilahi. Identitas itu tidak ia pegang sendiri tapi dibagikan sampai ke India. Rasul lain tidak sehebat Paulus dalam merasul [1]. Paulus mempunyai kedekatan dengan yang ia layani. Ketua lingkungan juga harus lebih mengetahui umat daripada Pastor [2]. Menjadi pelayan juga harus merdeka dan bebas. Tidak terikat, tanpa intrik, tidak memikirkan diri sendiri. Orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Sebab disaat bebas dan merdeka , rahmat akan hadir. Seberat apapun tantangannya, ingatlah anda dipilih oleh Yesus. Yesus sebagai sumber panggilan dan yang mengutus[4]. Lihatlah sosok Pastor sebagai Yesus yang hadir.
Realitas pelayanan kita, misalnya lelah karena omongan orang [misalnya lektor salah kata dikomentari, koor salah nada diomongin], merasa tidak dapat dukungan, sibuk mengomentari untuk menutupi kesalahan dan komunikasi yang tidak mengalir.
Sebagai pengurus Gereja harus tersenyum karena sudah terberkati. Dalam Evangeli Gaudium/ EG 5 Injil yang bersinar dengan kemuliaan salib Kristus, terus mengajak kita untuk bersukacita. Injil = kabar baik. Maka tidak cocok jika wajah pelayan cemberut/ murung seperti baru pulang dari pemakaman. Seorang pelayan adalah dia yang melupakan dirinya sendiri. Kesusahan sendiri jangan pernah diberitakan pada orang lain, membuat orang jadi bersedih berjumpa dengan anda. Seorang pelayan tidak mencari popularitas. Justru dalam pelayanan , ada pemenuhan diri, menghayati hidup dan beruntung karena meninggalkan zona nyaman dan membagikan hidup kepada orang lain. Sehingga dunia yang terluka ini menemukan sukacita dari pelayan yang semangat dan bersukacita.
Apa yang membua tanda dipilih oleh Yesus? Bukan karena kehebatan anda tapi karena HATI anda. Tanamkan bahwa anda dipilih Tuhan karena ada mutiara kecil dalam diri bapak ibu untuk selamatkan 1 jiwa.
Dalam 1 Kor 9:16 Rasul Paulus berkata:” Karena jika aku memberitakan injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan injil.” Ternyata tidak mudah menjadi Kristen. Kita dapat menjadi pelayan jika kita sudah mengalami Kristus. Milikilah hati seorang hamba yang bersukacita karena BISA dan DIBERI kesempatan untuk melayani. Pelayanan adalah salib yang membuat anda dekat dengan Allah.
Persembahkanlah segalanya kepada Tuhan. Apakah itu kesusahan, tantangan bahkan penyakit sekalipun, jika tidak dapat sembuh, hiburkanlah saya. Dibawa gembira saja. Kalau Tuhan masih menghendaki kita melayani kita masih hidup. [ pada kesempatan itupun Pastor Efron menceritakan perihal penyakitnya]. Apa yang menyebabkan Musa gagal masuk ke tanah terjanji? Pintu berkat akan tertutup kalau kita bersungut sungut. Maka jalanilah dengan sukacita. Melalui Latihan untuk tidak bersungut sungut, mengeluh tapi belajar menguasai diri, taat seperti Yesus juga taat sekalipun Dia anak Allah tapi menjalani penderitaanNya, rela melepaskan apa yang paling berharga. Di dalam hidup itu tidak ada kepastian . Melayani bukan pasti diberkati. Kuasa Allah tidak hanya menyatakan diri dalam tindakan, tetapi juga dalam DIAM menerima penderitaan penderitaan .
Pastor Efron mengajak kita berdoa untuk selalu melibatkan Dia “Dengan pengantaraan Dia, bersama dengan Dia dan dalam Dia” , agar Tuhan menuntun kita dalam pelayanan yang Tuhan kehendaki.
Rekoleksi ditutup dengan sebuah video dan doa Pastor Efron bagi kita semua para pelayanNya.
Henny Herawati.

























Comments