Menjadi Dewasa dalam Iman: “Siapakah Aku Bagimu?” Perayaan Sakramen Penguatan Mengajak Umat Memperdalam Relasi dengan Kristus
- Komsos Gereja Pandu
- 7 days ago
- 2 min read
Minggu, 23 Agustus 2026 menjadi momen penuh sukacita bagi 75 peserta yang menerima Sakramen Penguatan oleh Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC. Melalui Perayaan Ekaristi yang di pimpin oleh Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC didampingi Pst. Fransiskus Samong, OSC, Pst. Yohanes Surono, OSC, Pst. Mattheus Antara Juwono, OSC, Pst. Lukas Sulaeman, OSC, Pst. Efron Lumban Gaol, OSC dan Pst. Agustinus Sugiarto, OSC.
Perayaan Sakramen Penguatan bukan sekadar sebuah ritus penerimaan sakramen, melainkan menjadi momentum bagi umat untuk semakin dewasa dalam iman dan mempererat relasi dengan Yesus Kristus. Dalam perayaan tersebut, para penerima Sakramen Penguatan diajak untuk menjawab secara pribadi pertanyaan Yesus kepada para murid: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
Dalam homilinya, disampaikan bahwa dalam kehidupan manusia terdapat banyak pribadi yang memiliki arti penting—orang tua, guru, sahabat, rekan kerja, imam, maupun orang-orang yang hadir memberikan kasih, teladan, nasihat, dan dukungan. Kehadiran mereka membentuk perjalanan hidup seseorang. Namun, di balik semua pribadi yang berarti itu, Tuhan merupakan pribadi yang paling bermakna.
Dari Mengenal Menuju Relasi
Pertanyaan Yesus kepada para murid, “Siapakah Aku?” merupakan pertanyaan yang membutuhkan jawaban dari lubuk hati. Petrus akhirnya menjawab dengan pengakuan iman bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Jawaban tersebut bukan semata-mata hasil pengetahuan Petrus, melainkan buah rahmat Allah yang menyatakan iman itu kepadanya.
Dari sini muncul pertanyaan berikutnya: Jika kita mengakui Yesus sebagai Tuhan, bagaimana pengakuan itu memengaruhi hidup kita?
Sebab, iman tidak berhenti pada pengakuan dengan kata-kata. Iman harus tampak dalam sikap, keputusan, pelayanan, kasih, pengampunan, serta kesediaan menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
“Informasi itu penting, tetapi relasi jauh lebih penting.” Pesan ini menegaskan bahwa semakin seseorang mengenal dan dekat dengan Tuhan, semakin dalam pula relasinya dengan Kristus. Relasi yang dekat dengan Tuhan akan mendorong seseorang untuk terus mencari dan mengenal-Nya.
Diutus untuk Menjadi Saksi Kristus
Para penerima Sakramen Penguatan diajak untuk tidak menyimpan iman hanya di dalam hati. Melalui pencurahan tujuh karunia Roh Kudus—kebijaksanaan, pengertian, nasihat, kekuatan, pengetahuan, kesalehan, dan takut akan Allah—mereka diharapkan semakin mampu menghidupi iman dan menghadirkan Kristus melalui perkataan serta perbuatan.
Dengan demikian, Sakramen Penguatan menjadi sebuah langkah penting menuju kedewasaan iman. Para penerima Krisma tidak hanya menerima karunia Roh Kudus bagi diri sendiri, tetapi juga dipanggil untuk menjadi saksi Kristus di tengah keluarga, komunitas, Gereja, dan masyarakat.




Comments