Rekoleksi Lektor Pandu: Menumbuhkan Semangat Pelayanan dalam Kasih Kristus
- Komsos Gereja Pandu
- 12 minutes ago
- 2 min read
Dalam upaya memperdalam kehidupan rohani sekaligus mempererat kebersamaan komunitas, sebanyak 20 anggota Lektor Paroki Bunda Tujuh Kedukaan mengikuti kegiatan rekoleksi yang dilaksanakan pada Minggu-Senin, 31 Mei–1 Juni 2026. Rekoleksi berlangsung di kawasan Gua Maria Fatima Sawer Rahmat, Cisantana, Kuningan, dan Taman Doa Regina Rosari, Cirebon.
Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi para lektor untuk sejenak meninggalkan rutinitas pelayanan dan memberikan ruang bagi refleksi, pembinaan iman, serta penguatan persaudaraan sebagai sesama pelayan liturgi. Beragam kegiatan disusun untuk mendukung tujuan tersebut, mulai dari sharing pengalaman pelayanan, pembekalan rohani, doa malam, Jalan Salib, perayaan Ekaristi, hingga Doa Rosario bersama.
Rekoleksi diawali dengan sesi sharing antaranggota di Biara Agatha, Cisantana. Dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan, para peserta berbagi pengalaman, sukacita, serta tantangan yang mereka hadapi selama menjalankan tugas sebagai lektor di Gereja Pandu. Melalui kesempatan ini, para anggota semakin mengenal satu sama lain sehingga terjalin relasi yang lebih akrab, solid, dan penuh semangat kebersamaan.
Pada malam hari, peserta mengikuti pembekalan rohani yang dipandu oleh Pastor Efron dengan tema “Tim Lektor Bersinodal dengan Semangat Dilexi Te – Aku Mengasihi Engkau.” Dalam pembekalannya, Pastor Efron mengajak para peserta untuk merenungkan kasih Tuhan Yesus yang tanpa batas kepada umat manusia. Kasih tersebut menjadi dasar panggilan setiap pelayan Gereja untuk menghadirkan cinta kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kepada mereka yang kecil, lemah, dan membutuhkan perhatian.
Hari kedua diawali dengan kegiatan Jalan Salib di kawasan Gua Maria Sawer Rahmat. Meski medan yang ditempuh cukup menantang karena harus melewati jalur menanjak, semangat doa dan kebersamaan membuat seluruh peserta menjalani perjalanan dengan penuh sukacita. Setibanya di Gua Maria Fatima Sawer Rahmat, para peserta menyalakan lilin dan berdoa secara pribadi, membawa intensi serta ungkapan syukur masing-masing kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.
Rangkaian kegiatan rohani kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi di Kapel Kebangkitan. Misa berlangsung dengan khidmat dan menjadi puncak perjumpaan para peserta dengan Tuhan dalam seluruh rangkaian rekoleksi. Setelah beristirahat dan berkemas di Biara Agatha, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Taman Doa Regina Rosari di Cirebon.
Di lokasi tersebut, para peserta bersama-sama mendaraskan Doa Rosario Laudato Si sebagai ungkapan syukur atas penyelenggaraan Tuhan selama kegiatan berlangsung. Meskipun cuaca siang hari cukup terik, seluruh peserta tetap mengikuti doa dengan penuh kekhusyukan dan semangat.
Melalui rekoleksi ini, para lektor tidak hanya memperoleh penyegaran rohani, tetapi juga semakin diteguhkan dalam panggilan pelayanannya. Kebersamaan yang terjalin selama dua hari menjadi bekal berharga untuk terus bertumbuh sebagai komunitas yang saling mendukung dan melayani umat dengan hati yang dilandasi kasih Kristus.
"Rekoleksi ini menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak, mendengarkan suara Tuhan, dan memperbarui semangat pelayanan. Semoga setiap lektor semakin setia menjadi pewarta Sabda yang menghadirkan kasih Allah di tengah umat," demikian harapan yang mengemuka dari kegiatan tersebut.











































Comments